Paper Bisnis Kehutanan Medan, April 2021
PENGEMBANGAN BISNIS EKOWISATA AIR TERJUN SIPISO-PISO
Dosen Penanggungjawab:
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Oleh:
Nurmannah Hsb
181201001
Manajemen Hutan 6

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2021
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur penulis
panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan
karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Paper Bisnis kehutanan yang berjudul “Pengembangan Bisnis Ekowisata
Air Terjun Sipiso-Piso” ini dengan sebaik mungkin dan tepat pada waktunya.
Pada kesempatan ini
penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Dr.
Agus Purwoko, S.Hut., M.Si. selaku dosen
penanggungjawab Mata Kuliah Bisnis Kehutanan yang telah membimbing penulis
sehingga dapat menyelesaikan paper ini.
Akhir kata penulis mengucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang membantu dalam
menyelesaikan paper ini, penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang
sifatnya membangun agar paper ini berguna bagi orang-orang yang membutuhkannya.
Medan, April 2021
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA
PENGANTAR ............................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
................................................................................ 1
1.2Rumusan Masalah ........................................................................... 2
1.3Tujuan............................................................................................... 2
BAB II ISI
2.1 Potensi
Wisata Air Terjun
Sipiso-piso............................................... 3
2.2 Pengelolaan
Objek Wisata Air Terjun Sipiso-Piso............................. 4
2.3 Usaha dan
strategi yang Dilakukan Masyarakat dan Lembaga Lainnya Untuk Menarik Minat
Turis Berwisata di wisata Air Terjun Sipiso-Piso............. 5
2.4 Faktor yang mempengaruhi intensitas kunjungan ke wisata Air
Terjun Sipiso-Piso ....................................................................................................... 7
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan........................................................................................... 8
3.2 Saran ................................................................................................ 8
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Beberapa bentuk sumber daya alam yang dapat ditemui
di Indonesia diantaranya adalah pemandangan alam
pegunungan, bentangan lembah, sungai, goa, air terjun, hamparan
persawahan dan perkebunan dengan udara segar, matahari, gelombang
air laut maupun keanekaragaman flora dan fauna. Keberadaan
sumber daya alam ini diperkaya dengan
bentuk negara Indonesia yang
merupakan negara kepulauan dengan keberagaman adat-istiadat, budaya dan bahasa
sehingga memberikan peluang
yang sangat besar dalam memperoleh manfaat dari sumber daya alam melalui kegiatan
yang tidak merusak
atau merubah karakter fisik
sumber daya alam tersebut. Salah satu manfaat yang dapat diperoleh adalah pengembangan potensi sumber daya alam khususnya sumber daya hutan melalui manfaat intangible seperti udara yang segar dan
pemandangan alam yang indah untuk kegiatan wisata alam.
wisata alam adalah bentuk kegiatan yang memanfaatkan
potensi sumber daya alam dan tata lingkungan. Sedangkan obyek wisata alam adalah sumber daya alam yang
berpotensi dan berdaya tarik bagi wisatawan
serta ditujukan untuk pembinaan cinta alam baik dalam kegiatan alam maupun setelah pembudidayaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa wisata alam merupakan
pemanfaatan sumber daya alam yang ditata dengan
baik sehingga dapat menimbulkan rasa senang, rasa indah, nyaman dan bersih dengan menggunakan konservasi sumber daya alam serta lingkungan sebagai
daya tariknya. Wisata
alam adalah suatu kegiatan perjalanan yang dilaksanakan pada tempat-tempat
yang berhubungan dengan alam seperti : gunung, rimba/hutan, gua, lembah, sungai, pesisir, laut, air
terjun, danau, lembah sempit (canyon)
dan lain sebagainya.
Salah satu bentuk
kegiatan wisata alam yang berkembang saat ini adalah ekowisata. Ekowisata lebih
populer dan banyak dipergunakan dibanding dengan terjemahan yang seharusnya
dari istilah ecotourism yaitu ekoturisme. Menurut Fandeli dan Mukhlison (2000),
pengertian tentang ekowisata mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Namun
pada hakikatnya ekowisata dapat diartikan sebagai bentuk wisata yang
bertanggungjawab terhadap kelestarian area yang masih alami (natural area),
memberi manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budaya bagi
masyarakat.
Sumatera Utara merupakan daerah tujuan wisata yang menawarkan banyak pilihan obyek wisata dengan berbagai karakteristiknya. Salah satu diantaranya adalah Obyek Wisata Alam Air
Terjun Sipiso-piso yang terletak di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Air terjun ini memiliki
kekhasan dengan ketinggiannya yang mencapai lebih dari
120 meter, dimana air tumpahan tersebut selanjutnya mengalir
ke genangan air Danau Toba dan keindahan
alam pegunungan beserta
karakteristik bentangan lembah dengan tumbuhan pepohonan dan hamparan persawahan serta keindahan pemandangan Danau Toba
yang dapat dinikmati dari tempat ini. Keindahan inilah yang dapat menarik minat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara
untuk menikmati dan
berkunjung ke Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso.
1.2Rumusan Masalah
- Apa Saja Potensi dari Wisata Air Terjun Sipiso-Piso?
- Bagaimana Pengelolaan Objek Wisata Air Terjun
Sipiso-Piso?
- Apa Usaha dan strategi yang Dilakukan Masyarakat dan
Lembaga Lainnya Untuk Menarik Minat Turis Berwisata di wisata Air Terjun
Sipiso-Piso?
- Apa saja Faktor yang mempengaruhi intensitas kunjungan ke wisata
Air Terjun Sipiso-Piso?
1.3 Tujuan
1 Untuk mengetahui Potensi dari Wisata Air
Terjun Sipiso-Piso.
2
Untuk
mengetahui Pengelolaan Objek Wisata Air Terjun Sipiso-Piso.
3
Untuk
mengetahui Usaha dan strategi yang Dilakukan Masyarakat dan Lembaga Lainnya
Untuk Menarik Minat Turis Berwisata di wisata Air Terjun Sipiso-Piso.
4
Untuk
mengetahui faktor yang mempengaruhi intensitas kunjungan
ke wisata Air Terjun Sipiso-Piso.
BAB II
ISI
2.1
Potensi yang ada pada air terjun sipiso piso
Keindahan alam ini
sesuai dengan keberadaan obyek wisata ini yang
memiliki keindahan luar biasa dengan tampilan air terjunnya mulai dari penampang atas sampai ke dasar permukaan
sungai tumpahan air tersebut dengan ketinggian 120 m (merupakan air terjun yang tertinggi di Indonesia) beserta
karakteristik bentangan tebingnya
serta udara yang segar dan sejuk. Disamping itu, pemandangan Danau Toba yang dapat disaksikan dari tempat ini lengkap dengan perbukitan yang menjulang tinggi
serta hamparan persawahan menambah daya
tarik kawasan ini Potensi
Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso sangat besar dengan berbagai ciri khas karakteristik
pemandangan alamnya. Rasa kagum akan muncul dari
setiap pengunjung yang datang ke Desa Tongging dimana Air Terjun Sipiso-piso berada. Pada saat mengunjungi Desa Tongging, pengunjung akan disuguhi
pemandangan alam yang indah seperti lansekap Danau Toba sebuah danau vulkanik terbesar di dunia.
Aspek lainnya selain
Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam dari kawasan ini sendiri yang menjadikan kawasan ini sering dikunjungi oleh
wisatawan baik lokal maupun
mancanegara adalah tentunya letak obyek wisata ini yang tidak jauh dari beberapa obyek wisata lainnya seperti
obyek wisata Tao Silalahi ditepi Danau Toba,
obyek wisata Taman Simalem Ressort yang letaknya berdampingan dengan obyek wisata ini, Gundaling yang ada di
Berastagi serta letaknya yang strategis. Air
terjun Sipiso-piso ini terletak sedikit lebih jauh. Tetap saja, ada baiknya
dikujungi. Airnya segar dan suasananya menenangkan. Selain itu, terdapat
kuliner lokal. Penduduk desa memiliki hidangan buatan tangan mereka, yaitu ikan
mas arsik yang resepnya sudah diturunkan dari generasi ke generasi.
Salah satu produk layak
jual pariwisata Air terjun Sipiso-piso adalah selain dengan keberadaan Air
terjun Sipiso-piso sendiri yang dinobatkan sebagai satu-satunya Air terjun tertinggi
di Indonesia panorama keindahan
alam sekitar air terjun Sipiso-piso dengan tebing tinggi kanan dan kiri yang
mengapit Air terjun Sipio-piso membuat kawasan sekitarnya memiliki keindahan
yang tidak kalah indahnya. Adapun potensi yang lain yang dapat dikembangkan
dikawasan Air terjun Sipiso-Piso adalah: Olahraga Panjat Tebing/climbing Keberadaan
Tebing yang terlihat sangat curam dapat dijadikan sebagai salah satu area
panjat tebing atau yang sering disebut olahraga Climbing. Ini merupakan jenis
olahraga yang menguji adrenalin, bagi
yang suka Ketinggian tempat ini sangat cocok sebagai area panjat Tebing.
Agrowisata merupakan
salah satu jenis wisata pertanian. Di daerah Air terjun Sipiso-piso pada
dataran tingginya masyarakat bermata pencarian sebagai petani. Daerah ini cukup
subur, peneliti melihat bahwasanya kawasan ini dapat dimanfaatkan sebagai
daerah agrowisata. Adapun jenis pertanian yang ada di daerah Air terjun
Sipiso-piso adalah pertanian sayuran dan buah buahan.
2.2 Pengelolaan Objek Wisata Air Terjun Sipiso-Piso.
Pengelolaan Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso merupakan
bagian Integral dari pembangunan kepariwisataan secara nasional.
Pengelolaan yang terintegrasi secara holistik oleh seluruh stakeholder mulai dari masyarakat lokal, pengusaha pariwisata, media massa maupun pemerintah daerah dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi
Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta berpengaruh
terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia.
Pengelolaan obyek wisata ini ditangani secara langsung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo.
Obyek wisata ini memiliki berbagai fasilitas
pendukung yang sangat dibutuhkan oleh para pengunjung yang datang ke tempat ini. Fasilitas
yang tersedia di obyek wisata
ini diantaranya adalah
: 1 buah loket penjualan tiket masuk dengan 3 orang pegawai, 1 buah Langgar
(tempat ibadah) yang sudah tidak layak pakai, 2 buah Lokasi parkir kendaraan
roda empat dan roda dua yang letaknya terpisah, 5 buah bangunan Joglo permanen dengan
rincian 3 buah terletak dibagian atas dan
2 buah di bagian bawah sebagai tempat pengunjung bersantai menikmati pemandangan air terjun Sipiso-piso dan pemandangan Danau Toba serta bentangan lembah
dan hamparan persawahan, 19 buah tempat duduk permanen
sebagai tempat pengunjung menikmati keindahan obyek wisata ini, 1 buah bangunan restaurant
permanen yang sudah
tidak digunakan lagi, 5 buah alat penerang yang terletak didalam
kawasan obyek wisata
ini, 1 buah bangunan toilet permanen pria dan wanita, 4 buah rumah makan yang dikelola oleh masyarakat setempat, 15 buah toko cinderamata yan dikelola oleh masyarakat setempat dan ratusan anak tangga sepanjang 1 km
menuju aliran sungai dasar jatuhnya tumpahan air terjun sipiso-piso.
Adapun beberapa
Pembangunan yang akan dilakukan adalah pembangunan Gapura selamat datang,
pembangunan gedung souvenir dan tempat persinggahan bagi wisatawan . Pemerintah
juga akan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana seperti perbaikan pagar ,
penataan taman, dan pengecatan pada fasilitas-fasilitas pendukung pengembangan
objek wisata.
2.3 Usaha dan
strategi yang Dilakukan Masyarakat dan Lembaga Lainnya Untuk Menarik Minat
Turis Berwisata di wisata Air Terjun Sipiso-Piso.
Potensi Obyek Wisata
Alam Air Terjun Sipiso-piso sangat besar dengan berbagai ciri khas karakteristik pemandangan alamnya. Rasa kagum
akan muncul dari setiap pengunjung
yang datang ke Desa Tongging, desa dimana Air Terjun Sipiso-piso berada. Pada saat mengunjungi Desa Tongging, pengunjung akan disuguhi
pemandangan alam yang indah seperti lansekap Danau Toba sebuah danau vulkanik terbesar di dunia, disisi
kiri jalan berliku menuju Desa Tongging tersebut
terdapat pula Gunung Sipiso-piso yang pernah dijadikan sebagai tempat launching paragliding (terbang layang) bagi wisatawan mancanegara yang menyenangi
atraksi wisata dirgantara dan tentunya adalah Air Terjun Sipiso-piso sendiri.
Tiga jenis
karakteristik obyek wisata ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan yang menyatu menjadi daya tarik tersendiri dari daerah ini. Sebelum menikmati air terjun dari dekat,
pengunjung akan disuguhi pemandangan indah Tanah
Karo dari gardu pandang yang ada di puncak bukit, titik pangkal aliran
air terjun Sipiso-piso. Bentangan alam berupa perbukitan dan karakteristik lembahnya dengan tumbuhan hijau pepohonan
yang didominasi pohon pinus serta hamparan persawahan yang dapat dinikmati
dari tempat ini terakumulasi menjadikan tempat ini benar-benar
mengandung potensi yang cukup besar sebagai
obyek
wisata andalan Kabupaten Karo.
Beberapa usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat dan pengelola dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Karo untuk mendukung
kegiatan Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso adalah dengan menyediakan berbagai
penawaran jasa wisata berupa
penyediaan tempat untuk menikmati keindahan alam, adanya rumah makan, souvenir shop
dan prasarana tempat berjalan berupa anak tangga sampai mendekati tumpahan air terjun tersebut. Strategi
yang dapat dilakukan
dalam pengelolaan Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso secara baik, profesional, berkelanjutan dan
bertanggungjawab dapat dimulai dengan mengumpulkan data dan informasi tentang nilai ekonomi dari obyek wisata ini. Nilai
ekonomi suatu daerah obyek wisata dapat ditentukan dengan menggunakan metode biaya perjalanan (travel cost methode).
Kajian Elemen Atraksi
Wisata Pada Kawasan Wisata Air Terjun Sipiso-piso Berbasis Geopark, masih memerlukan
adanya strategi untuk mencanangkan sebuah program wisata, dan fasilitas
tambahan untuk aktifitas wisata sosial serta budaya pada lokasi wisata
Sipiso-piso. Untuk mengoptimalkan sebuah elemen destinasi wisata seperti
atraksi wisata alam yang terdapat pada kawasan kajian diperlukan suatu peran
Pemerintah daerah untuk pembaharuan terhadap kedua lokasi wisata agar
mengalokasikan dananya untuk pengembangan kawasan sebagai daya tarik wisata
yang unggul. Selain atraksi wisata alam, kawasan wisata Sipiso-piso juga
memiliki atraksi kebudayaan seperti tari-tarian daerah yang dapat menarik
perhatian wisatawan. Sayangnya festival budaya Calender of Event tersebut tidak
memiliki jadwal yang pasti kapan diselenggarakan kegiatan tersebut. Sehingga
wisatawan jarang melihat adanya atraksi budaya di kawasan kajian.
Oleh karenanya, peran masyarakat lokal harusnya membuat
program kegiatan untuk atraksi kebudayaan agar pengunjung dapat menyaksikan
suatu pagelaran seni budaya di daerah tersebut. Sedangkan untuk atraksi sosial
yang ada, masih memerlukan pengembangan untuk memperlihatkan kepada wisatawan
atas kebiasaan yang sering dilakukan masyarakat lokal agar menjadi nilai lebih
daya tarik wisata. Tidak terlepas dengan kegiatan berbelanja pengunjung, tempat
perbelanjaan pada kawasan kajian masih memerlukan pembenahan agar dapat
meningkatkan kenyamanan pengunjung yang ingin berbelanja. Sesuai dengan salah
satu tujuan dari geopark, pembenahan fasilitas perbelanjaan akan meningkatkan
jumlah pengunjung yang datang sehingga meningkatkan nilai ekonomi masyarakat
lokal.
Strategi yang akan
dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karo dalam mengembangkan pariwisata
berbasis geopark, diharapkan mendapat hasil yang akan berpengaruh pada beberapa
aspek. Hal tersebut meliputi kepuasan kebutuhan pengunjung, jumlah kunjungan
wisatawan dan keuntungan ekonomi kepada penduduk lokal. Kepuasan akan dirasakan
bila penyediaan fasilitas sudah cukup terpenuhi jika dilihat dari sarana dan
prasarananya juga sosial dan budaya yang akan dikembangkan dengan membuat
program wisata pada kawasan wisata Sipiso-piso. Penataan pariwisata pada
kawasan puncak bukit Sipiso-piso dan air terjun Sipiso- piso akan menaikkan
jumlah kedatangan wisatawan dan memajukan kesejahteraan pelaku dan masyarakat
di daerah tujuan wisata
2.4 faktor yang mempengaruhi intensitas kunjungan
ke wisata Air Terjun Sipiso-Piso.
Faktor-faktor tersebut
adalah tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, umur responden dan waktu
yang dibutuhkan responden
menuju obyek wisata ini. Dari hasil analisis secara statistik
dapat diketahui bahwa, hanya ada satu variabel
bebas dalam penelitian ini yang tidak signifikan pengaruhnya terhadap variabel terikat (Y) yaitu variabel
tingkat pendidikan (X1) dengan nilai 0.720. Variabel ini tidak mempunyai pengaruh yang signifikan karena
responden yang berkunjung ke Obyek
Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso tidak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Kondisi ini dapat
dilihat dari pengunjung yang berkunjung ke tempat
ini berasal dari semua tingkat pendidikan. Disamping itu kebutuhan akan manfaat
dari jasa lingkungan melalui kegiatan rekrasi di lokasi
obyek wisata tertentu merupakan konsumsi semua orang, mulai dari tingkat
pendidikan yang terendah sampai yang tertinggi. Berdasarkan hasil regresi faktor yang signifikan mempengaruhi intensitas
kunjungan ke obyek wisata alam air terjun sipiso-piso adalah tingkat pendapatan,
umur dan waktu sedangkan
tingkat pendidikan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap intensitas
kunjungan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
- Sumatera Utara merupakan daerah tujuan wisata yang menawarkan banyak pilihan obyek wisata dengan berbagai karakteristiknya. Salah satu
diantaranya adalah Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso.
- Strategi
yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karo dalam
mengembangkan pariwisata berbasis geopark, diharapkan mendapat hasil yang
akan berpengaruh pada beberapa aspek.
- Keindahan luar
biasa dengan tampilan air terjunnya mulai dari penampang
atas sampai ke dasar permukaan sungai tumpahan air tersebut dengan ketinggian 120 m (merupakan air terjun yang
tertinggi di Indonesia) beserta karakteristik bentangan tebingnya serta udara yang segar dan
sejuk.
- Pengelolaan Obyek Wisata Alam Air
Terjun Sipiso-piso merupakan bagian Integral dari pembangunan kepariwisataan secara
nasional.
- Beberapa usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat dan
pengelola dalam hal ini
Pemerintah Kabupaten Karo untuk mendukung kegiatan Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso adalah
dengan menyediakan berbagai
penawaran jasa wisata berupa
penyediaan tempat untuk menikmati keindahan alam, adanya rumah makan, souvenir shop dan sarana prasarana.
3.2
Saran
Atraksi yang
dilakukan pada wisata air terjun sipiso-piso sangat diperlukan dalam menarik
minat pengunjung baik dari lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke wisata
air terjun sipiso-piso.
DAFTAR PUSTAKA
Ginting Nurlisa, et all. 2017. Kajian Elemen Atraksi Wisata Pada Kawasan Wisata Air Terjun Sipiso-piso
Berbasis Geopark. Departemen
Arsitektur. FakultasTeknik. Universitas Sumatera Utara.
Kartika Ema. 2017. Strategi
Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Sipiso-piso Dan Tongging Dalam Rangka
Pembangunan Pariwisata
Danau Toba. Departemen Ilmu
Administrasi Negara.
Fakultas Ilmu Sosial Dan
Ilmu Politik. Universitas
Sumatera Utara.
Ompusunggu, V.M dan
Rikawati Ginting. 2020. Analisis Dampak Perkembangan Pariwisata
Terhadap Perekonomian Masyarakat (Studi Kasus Di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara). Regionomic, Vol.2 (1). Hal : 2685-6840
Siregar Hotman.
2009. Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di
Obyek Wisata Alam Air Terjun
Sipiso-piso Kabupaten Karo. Departemen Kehutanan. Fakultas
Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan.