Senin, 29 Maret 2021

Paper Bisnis Kehutanan

Paper Bisnis Kehutanan                                                                              Medan,     April  2021

PENGEMBANGAN BISNIS EKOWISATA AIR TERJUN SIPISO-PISO

 

Dosen Penanggungjawab:

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si

Oleh:

Nurmannah Hsb

181201001

Manajemen Hutan 6

 

 

Logo_USU.png

 

 

 

 

 

DEPARTEMEN MANAJEMEN HUTAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2021

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Paper Bisnis kehutanan  yang berjudul “Pengembangan Bisnis Ekowisata Air Terjun Sipiso-Piso” ini dengan sebaik mungkin dan tepat pada waktunya.

Pada kesempatan ini penulis juga mengucapkan terima kasih kepada  Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si. selaku dosen penanggungjawab Mata Kuliah Bisnis Kehutanan yang telah membimbing penulis sehingga dapat menyelesaikan paper ini.

Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang membantu dalam menyelesaikan paper ini, penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun agar paper ini berguna bagi orang-orang yang membutuhkannya.

Medan,   April  2021

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR .............................................................................              i

DAFTAR ISI.............................................................................................           ii

BAB I PENDAHULUAN

       1.1Latar Belakang ................................................................................             1

       1.2Rumusan Masalah  ...........................................................................       2

       1.3Tujuan...............................................................................................       2

BAB II ISI         

2.1 Potensi Wisata Air Terjun Sipiso-piso...............................................             3

2.2 Pengelolaan Objek Wisata Air Terjun Sipiso-Piso.............................             4

2.3 Usaha dan strategi yang Dilakukan Masyarakat dan Lembaga Lainnya Untuk Menarik Minat Turis Berwisata di wisata Air Terjun Sipiso-Piso.............             5

2.4 Faktor yang mempengaruhi intensitas kunjungan ke  wisata Air Terjun Sipiso-Piso .......................................................................................................              7

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan...........................................................................................         8

3.2 Saran         ................................................................................................      8

DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Beberapa bentuk sumber daya alam yang dapat ditemui di Indonesia diantaranya adalah pemandangan alam pegunungan, bentangan lembah, sungai, goa, air terjun, hamparan persawahan dan perkebunan dengan udara segar, matahari, gelombang air laut maupun keanekaragaman flora dan fauna. Keberadaan sumber daya alam ini diperkaya dengan bentuk negara Indonesia yang merupakan negara kepulauan dengan keberagaman adat-istiadat, budaya dan bahasa sehingga memberikan peluang yang sangat besar dalam memperoleh manfaat dari sumber daya alam melalui kegiatan yang tidak merusak atau merubah karakter fisik sumber daya alam tersebut. Salah satu manfaat yang dapat diperoleh adalah pengembangan potensi sumber daya alam khususnya sumber daya hutan melalui manfaat intangible seperti udara yang segar dan pemandangan alam yang indah untuk kegiatan wisata alam.

wisata alam adalah bentuk kegiatan yang memanfaatkan potensi sumber daya alam dan tata lingkungan. Sedangkan obyek wisata alam adalah sumber daya alam yang berpotensi dan berdaya tarik bagi wisatawan serta ditujukan untuk pembinaan cinta alam baik dalam kegiatan alam maupun setelah pembudidayaan. Jadi dapat disimpulkan bahwa wisata alam merupakan pemanfaatan sumber daya alam yang ditata dengan baik sehingga dapat menimbulkan rasa senang, rasa indah, nyaman dan bersih dengan menggunakan konservasi sumber daya alam serta lingkungan sebagai daya tariknya. Wisata alam adalah suatu kegiatan perjalanan yang dilaksanakan pada tempat-tempat yang berhubungan dengan alam seperti : gunung, rimba/hutan, gua, lembah, sungai, pesisir, laut, air terjun, danau, lembah sempit (canyon) dan lain sebagainya.

Salah satu bentuk kegiatan wisata alam yang berkembang saat ini adalah ekowisata. Ekowisata lebih populer dan banyak dipergunakan dibanding dengan terjemahan yang seharusnya dari istilah ecotourism yaitu ekoturisme. Menurut Fandeli dan Mukhlison (2000), pengertian tentang ekowisata mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Namun pada hakikatnya ekowisata dapat diartikan sebagai bentuk wisata yang bertanggungjawab terhadap kelestarian area yang masih alami (natural area), memberi manfaat secara ekonomi dan mempertahankan keutuhan budaya bagi masyarakat.

Sumatera Utara merupakan daerah tujuan wisata yang menawarkan banyak pilihan obyek wisata dengan berbagai karakteristiknya. Salah satu diantaranya adalah Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso yang terletak di Kecamatan Merek, Kabupaten Karo. Air terjun ini memiliki kekhasan dengan ketinggiannya yang mencapai lebih dari 120 meter, dimana air tumpahan tersebut selanjutnya mengalir ke genangan air Danau Toba dan keindahan alam pegunungan beserta karakteristik bentangan lembah dengan tumbuhan pepohonan dan hamparan persawahan serta keindahan pemandangan Danau Toba yang dapat dinikmati dari tempat ini. Keindahan inilah yang dapat menarik minat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk menikmati dan berkunjung ke Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso.

1.2Rumusan Masalah

  1. Apa Saja Potensi dari Wisata Air Terjun Sipiso-Piso?
  2. Bagaimana Pengelolaan Objek Wisata Air Terjun Sipiso-Piso?
  3. Apa Usaha dan strategi yang Dilakukan Masyarakat dan Lembaga Lainnya Untuk Menarik Minat Turis Berwisata di wisata Air Terjun Sipiso-Piso?
  4. Apa saja Faktor yang mempengaruhi intensitas kunjungan ke  wisata Air Terjun Sipiso-Piso?

1.3  Tujuan

1    Untuk mengetahui Potensi dari Wisata Air Terjun Sipiso-Piso.

2        Untuk mengetahui Pengelolaan Objek Wisata Air Terjun Sipiso-Piso.

3        Untuk mengetahui Usaha dan strategi yang Dilakukan Masyarakat dan Lembaga Lainnya Untuk Menarik Minat Turis Berwisata di wisata Air Terjun Sipiso-Piso.

4        Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi intensitas kunjungan ke  wisata Air Terjun Sipiso-Piso.

BAB II

ISI

2.1 Potensi yang ada pada air terjun sipiso piso

Keindahan alam ini sesuai dengan keberadaan obyek wisata ini yang memiliki keindahan luar biasa dengan tampilan air terjunnya mulai dari penampang atas sampai ke dasar permukaan sungai tumpahan air tersebut dengan ketinggian 120 m (merupakan air terjun yang tertinggi di Indonesia) beserta karakteristik bentangan tebingnya serta udara yang segar dan sejuk. Disamping  itu, pemandangan Danau Toba yang dapat disaksikan dari tempat ini lengkap dengan perbukitan yang menjulang tinggi serta hamparan persawahan menambah daya tarik kawasan ini Potensi Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso sangat besar dengan berbagai ciri khas karakteristik pemandangan alamnya. Rasa kagum akan muncul dari setiap pengunjung yang datang ke Desa Tongging dimana Air Terjun Sipiso-piso berada. Pada saat mengunjungi Desa Tongging, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang indah seperti lansekap Danau Toba sebuah danau vulkanik terbesar di dunia.

Aspek lainnya selain Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam dari kawasan ini sendiri yang menjadikan kawasan ini sering dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara adalah tentunya letak obyek wisata ini yang tidak jauh dari beberapa obyek wisata lainnya seperti obyek wisata Tao Silalahi ditepi Danau Toba, obyek wisata Taman Simalem Ressort yang letaknya berdampingan dengan obyek wisata ini, Gundaling yang ada di Berastagi serta letaknya yang strategis. Air terjun Sipiso-piso ini terletak sedikit lebih jauh. Tetap saja, ada baiknya dikujungi. Airnya segar dan suasananya menenangkan. Selain itu, terdapat kuliner lokal. Penduduk desa memiliki hidangan buatan tangan mereka, yaitu ikan mas arsik yang resepnya sudah diturunkan dari generasi ke generasi.

Salah satu produk layak jual pariwisata Air terjun Sipiso-piso adalah selain dengan keberadaan Air terjun Sipiso-piso sendiri yang dinobatkan sebagai satu-satunya Air terjun tertinggi di Indonesia panorama keindahan alam sekitar air terjun Sipiso-piso dengan tebing tinggi kanan dan kiri yang mengapit Air terjun Sipio-piso membuat kawasan sekitarnya memiliki keindahan yang tidak kalah indahnya. Adapun potensi yang lain yang dapat dikembangkan dikawasan Air terjun Sipiso-Piso adalah:  Olahraga Panjat Tebing/climbing Keberadaan Tebing yang terlihat sangat curam dapat dijadikan sebagai salah satu area panjat tebing atau yang sering disebut olahraga Climbing. Ini merupakan jenis olahraga yang  menguji adrenalin, bagi yang suka Ketinggian tempat ini sangat cocok sebagai area panjat Tebing.

Agrowisata merupakan salah satu jenis wisata pertanian. Di daerah Air terjun Sipiso-piso pada dataran tingginya masyarakat bermata pencarian sebagai petani. Daerah ini cukup subur, peneliti melihat bahwasanya kawasan ini dapat dimanfaatkan sebagai daerah agrowisata. Adapun jenis pertanian yang ada di daerah Air terjun Sipiso-piso adalah pertanian sayuran dan buah buahan.

2.2 Pengelolaan Objek Wisata Air Terjun Sipiso-Piso.

Pengelolaan Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso merupakan bagian Integral dari pembangunan kepariwisataan secara nasional. Pengelolaan yang terintegrasi secara holistik oleh seluruh stakeholder mulai dari masyarakat lokal, pengusaha pariwisata, media massa maupun pemerintah daerah dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat dan kualitas sumber daya manusia.

Pengelolaan obyek wisata ini ditangani secara langsung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karo. Obyek wisata ini memiliki berbagai fasilitas pendukung yang sangat dibutuhkan oleh para pengunjung yang datang ke tempat ini. Fasilitas yang tersedia di obyek wisata ini diantaranya adalah : 1 buah loket penjualan tiket masuk dengan 3 orang pegawai, 1 buah Langgar (tempat ibadah) yang sudah tidak layak pakai, 2 buah Lokasi parkir kendaraan roda empat dan roda dua yang letaknya  terpisah, 5 buah bangunan Joglo permanen dengan rincian 3 buah terletak dibagian atas dan 2 buah di bagian bawah sebagai tempat pengunjung bersantai menikmati pemandangan air terjun Sipiso-piso dan pemandangan Danau Toba serta bentangan lembah dan hamparan persawahan, 19 buah tempat duduk permanen sebagai tempat pengunjung menikmati keindahan obyek wisata ini, 1 buah bangunan restaurant permanen yang sudah tidak digunakan lagi, 5 buah alat penerang yang terletak didalam kawasan obyek wisata ini, 1 buah bangunan toilet permanen pria dan wanita, 4 buah rumah makan yang dikelola oleh masyarakat setempat, 15 buah toko cinderamata yan dikelola oleh masyarakat setempat dan ratusan anak tangga sepanjang 1 km menuju aliran sungai dasar jatuhnya tumpahan air terjun sipiso-piso.

Adapun beberapa Pembangunan yang akan dilakukan adalah pembangunan Gapura selamat datang, pembangunan gedung souvenir dan tempat persinggahan bagi wisatawan . Pemerintah juga akan melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana seperti perbaikan pagar , penataan taman, dan pengecatan pada fasilitas-fasilitas pendukung pengembangan objek wisata.

2.3  Usaha dan strategi yang Dilakukan Masyarakat dan Lembaga Lainnya Untuk Menarik Minat Turis Berwisata di wisata Air Terjun Sipiso-Piso.

Potensi Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso sangat besar dengan berbagai ciri khas karakteristik pemandangan alamnya. Rasa kagum akan muncul dari setiap pengunjung yang datang ke Desa Tongging, desa dimana Air Terjun Sipiso-piso berada. Pada saat mengunjungi Desa Tongging, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang indah seperti lansekap Danau Toba sebuah danau vulkanik terbesar di dunia, disisi kiri jalan berliku menuju Desa Tongging tersebut terdapat pula Gunung Sipiso-piso yang pernah dijadikan sebagai tempat launching paragliding (terbang layang) bagi wisatawan mancanegara yang menyenangi atraksi wisata dirgantara dan tentunya adalah Air Terjun Sipiso-piso sendiri.

Tiga jenis karakteristik obyek wisata ini merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan yang menyatu menjadi daya tarik tersendiri dari daerah ini. Sebelum menikmati air terjun dari dekat, pengunjung akan disuguhi pemandangan indah Tanah Karo dari gardu pandang yang ada di puncak bukit, titik pangkal aliran air terjun Sipiso-piso. Bentangan alam berupa perbukitan dan karakteristik lembahnya dengan tumbuhan hijau pepohonan yang didominasi pohon pinus serta hamparan persawahan yang dapat dinikmati dari tempat ini terakumulasi menjadikan tempat ini benar-benar mengandung potensi yang cukup besar sebagai                obyek wisata andalan Kabupaten Karo.

Beberapa usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat dan pengelola dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Karo untuk mendukung kegiatan Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso adalah dengan menyediakan berbagai penawaran jasa wisata berupa penyediaan tempat untuk menikmati keindahan alam, adanya rumah makan, souvenir shop dan prasarana tempat berjalan berupa anak tangga sampai mendekati tumpahan air terjun tersebut. Strategi yang dapat dilakukan dalam pengelolaan Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso secara baik, profesional, berkelanjutan dan bertanggungjawab dapat dimulai dengan mengumpulkan data dan informasi tentang nilai ekonomi dari obyek wisata ini. Nilai ekonomi suatu daerah obyek wisata dapat ditentukan dengan menggunakan metode biaya perjalanan (travel cost methode).

Kajian Elemen Atraksi Wisata Pada Kawasan Wisata Air Terjun Sipiso-piso Berbasis Geopark, masih memerlukan adanya strategi untuk mencanangkan sebuah program wisata, dan fasilitas tambahan untuk aktifitas wisata sosial serta budaya pada lokasi wisata Sipiso-piso. Untuk mengoptimalkan sebuah elemen destinasi wisata seperti atraksi wisata alam yang terdapat pada kawasan kajian diperlukan suatu peran Pemerintah daerah untuk pembaharuan terhadap kedua lokasi wisata agar mengalokasikan dananya untuk pengembangan kawasan sebagai daya tarik wisata yang unggul. Selain atraksi wisata alam, kawasan wisata Sipiso-piso juga memiliki atraksi kebudayaan seperti tari-tarian daerah yang dapat menarik perhatian wisatawan. Sayangnya festival budaya Calender of Event tersebut tidak memiliki jadwal yang pasti kapan diselenggarakan kegiatan tersebut. Sehingga wisatawan jarang melihat adanya atraksi budaya di kawasan kajian.

Oleh karenanya, peran masyarakat lokal harusnya membuat program kegiatan untuk atraksi kebudayaan agar pengunjung dapat menyaksikan suatu pagelaran seni budaya di daerah tersebut. Sedangkan untuk atraksi sosial yang ada, masih memerlukan pengembangan untuk memperlihatkan kepada wisatawan atas kebiasaan yang sering dilakukan masyarakat lokal agar menjadi nilai lebih daya tarik wisata. Tidak terlepas dengan kegiatan berbelanja pengunjung, tempat perbelanjaan pada kawasan kajian masih memerlukan pembenahan agar dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung yang ingin berbelanja. Sesuai dengan salah satu tujuan dari geopark, pembenahan fasilitas perbelanjaan akan meningkatkan jumlah pengunjung yang datang sehingga meningkatkan nilai ekonomi masyarakat lokal.

Strategi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karo dalam mengembangkan pariwisata berbasis geopark, diharapkan mendapat hasil yang akan berpengaruh pada beberapa aspek. Hal tersebut meliputi kepuasan kebutuhan pengunjung, jumlah kunjungan wisatawan dan keuntungan ekonomi kepada penduduk lokal. Kepuasan akan dirasakan bila penyediaan fasilitas sudah cukup terpenuhi jika dilihat dari sarana dan prasarananya juga sosial dan budaya yang akan dikembangkan dengan membuat program wisata pada kawasan wisata Sipiso-piso. Penataan pariwisata pada kawasan puncak bukit Sipiso-piso dan air terjun Sipiso- piso akan menaikkan jumlah kedatangan wisatawan dan memajukan kesejahteraan pelaku dan masyarakat di daerah tujuan wisata

2.4 faktor yang mempengaruhi intensitas kunjungan ke  wisata Air Terjun Sipiso-Piso.

Faktor-faktor tersebut adalah tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, umur responden dan waktu yang dibutuhkan responden menuju obyek wisata ini. Dari hasil analisis secara statistik dapat diketahui bahwa, hanya ada satu variabel bebas dalam penelitian ini yang tidak signifikan pengaruhnya terhadap variabel terikat (Y) yaitu variabel tingkat pendidikan (X1) dengan nilai 0.720. Variabel ini tidak mempunyai pengaruh yang signifikan karena responden yang berkunjung ke Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso tidak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Kondisi ini dapat dilihat dari pengunjung yang berkunjung ke tempat ini berasal dari semua tingkat pendidikan. Disamping itu kebutuhan akan manfaat dari jasa lingkungan melalui kegiatan rekrasi di lokasi obyek wisata tertentu merupakan konsumsi semua orang, mulai dari tingkat pendidikan yang terendah sampai yang tertinggi. Berdasarkan hasil regresi faktor yang signifikan mempengaruhi intensitas kunjungan ke obyek wisata alam air terjun sipiso-piso adalah tingkat  pendapatan, umur dan waktu sedangkan tingkat pendidikan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap intensitas kunjungan.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

  1. Sumatera Utara merupakan daerah tujuan wisata yang menawarkan banyak pilihan obyek wisata dengan berbagai karakteristiknya. Salah satu diantaranya adalah Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso.
  2. Strategi yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karo dalam mengembangkan pariwisata berbasis geopark, diharapkan mendapat hasil yang akan berpengaruh pada beberapa aspek.
  3. Keindahan luar biasa dengan tampilan air terjunnya mulai dari penampang atas sampai ke dasar permukaan sungai tumpahan air tersebut dengan ketinggian 120 m (merupakan air terjun yang tertinggi di Indonesia) beserta karakteristik bentangan tebingnya serta udara yang segar dan sejuk.
  4. Pengelolaan Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso merupakan bagian Integral dari pembangunan kepariwisataan secara nasional.
  5. Beberapa usaha yang telah dilakukan oleh masyarakat dan pengelola dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Karo untuk mendukung kegiatan Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso adalah dengan menyediakan berbagai penawaran jasa wisata berupa penyediaan tempat untuk menikmati keindahan alam, adanya rumah makan, souvenir shop dan sarana prasarana.

3.2 Saran

Atraksi yang dilakukan pada wisata air terjun sipiso-piso sangat diperlukan dalam menarik minat pengunjung baik dari lokal maupun mancanegara untuk berkunjung ke wisata air terjun sipiso-piso.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ginting Nurlisa, et all. 2017. Kajian Elemen Atraksi Wisata Pada Kawasan Wisata Air Terjun Sipiso-piso Berbasis Geopark.  Departemen Arsitektur.  FakultasTeknik.  Universitas Sumatera Utara.

Kartika Ema. 2017. Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Sipiso-piso Dan Tongging Dalam Rangka Pembangunan Pariwisata Danau Toba. Departemen Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik.  Universitas Sumatera Utara.

Ompusunggu, V.M dan Rikawati Ginting. 2020. Analisis Dampak Perkembangan Pariwisata Terhadap Perekonomian Masyarakat (Studi Kasus Di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara).  Regionomic, Vol.2 (1). Hal : 2685-6840

Siregar Hotman. 2009. Analisis Nilai Ekonomi Dan Tingkat Kunjungan Di Obyek Wisata Alam Air Terjun Sipiso-piso Kabupaten Karo. Departemen Kehutanan. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.  Medan.